MENGENALI GEJALA PENYAKIT BUSUK BATANG PADA SEMANGKA DAN MELON SERTA CARA PENGENDALIANNYA?

style=”text-align: left;”>Oleh : Kardi Raharjo

PENDAHULUAN

Penyakit Busuk Batang (gummy stem blight) banyak dijumpai pada tanaman semangka dan melon serta tanaman anggota famili Cucurbitaceae yang lain seperti ketimun, labu, gambas dan lain-lain. Patogen penyakit ini dapat menyerang batang, daun, buah, dan bibit. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit utama pada semangka dan melon, terutama pada musim penghujan, kelembapan udara yang tinggi, dan pada lahan yang kurang baik drainasenya.

GEJALA PENYAKIT

Gambar 1. Gejala pada daun semangka

Gambar 2. Gejala pada daun melon

Gambar 3. Gejala pada pangkal batang semangka

Gambar 4. Gejala pada batang semangka bagian atas

Gambar 5. Gejala pada buah semangka

Gambar 6. Gejala pada buah melon

PENYEBAB PENYAKIT

Penyakit disebabkan oleh jamur Didymella bryoniae (sexual stage), Phoma cucurbitacearum (asexual/anamorph stage).

PENYEBARAN PENYAKIT

Jamur patogen penyebab penyakit ini ditularkan melalui tanah (soil borne) dan melalui benih (seeds borne). Patogen juga dapat disebarkan melalui air irigasi dan udara. Patogen dapat bertahan di dalam tanah tanpa tanaman inang selama satu tahun. Patogen dapat bertahan lama di dalam tanah karena membentuk spora berdinding tebal yang disebut klamidospora.

PENGENDALIAN PENYAKIT

Pengendalian menggunakan pendekatan konsep Pengendalian Hama Terpadu (Integrated Pest Management).

  1. Penggunaan benih sehat.
  2. Jarak tanam 70 x 60 cm
  3. Pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan anggota famili Cucurbitacea, kalau memungkinkan dengan padi.
  4. Pembuatan selokan pembuangan air yang baik, sehingga air hujan maupun sisa air pengairan dapat mengalir dengan cepat keluar dari lahan. Hindari terjadinya genangan air pada selokan maupun pada permukaan mulsa plastik.
  5. Pemusnahan (eradikasi) bagian tanaman atau seluruh tanaman yang sakit dan dibakar di luar lahan.
  6. Penggunaan fungisida untuk perlakuan benih dengan fungisida berbahan aktif benomil atau metalaksil. Bila diperlukan tanaman dapat disemprot dengan fungisida berbahan aktif yang mengandung tembaga, mankozeb, atau metalaksil.

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *