PENGENDALIAN KUMBANG DAUN KEDELAI MENGGUNAKAN JAMUR BEAUVERIA BASSIANA

PENDAHULUAN

Kumbang daun kedelai (Phaedonia inclusa) adalah merupakan salah satu jenis OPT utama pada kedelai. Hama ini dapat menyerang tanaman sejak tanaman muncul diatas permukaan tanah sampai menjelang panen. Hampir seluruh bagian tanaman kedelai dapat terserang hama ini yakni meliputi daun, pucuk, ranting muda dan polong yang siap panen (Anonim, 1992) (Gambar 1).

Gambar 1. Gejala serangan (kiri), Phaedonia inclusa dewasa

Beauveria bassiana merupakan agen hayati yang sudah dikenal efektif untuk mengendalikan banyak spesies serangga hama anggota ordo Coleoptera, (Barnett dan Barry, 1972; Barron dan Krieger, 1972; Hoffman, 1993; Steinhaus, 1949; Roberts dan Yendol. 1971) sehingga diduga juga efektif terhadap kumbang daun kedelai. Dalam penelitian ini telah diuji pengerauh konsentrasi konidia B. bassiana dan waktu aplikasinya.

Penelitian ini dilaksanakan bekerja sama dengan Woro Budi Hastuti, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

BAHAN DAN METODE

Penelitian dilakukan di rumah kaca Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman Pangan Wilayah Kedu. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 1995  sampai dengan bulan Pebruari 1996.

Bahan

  1.  Benih biji kedelai varietas Lokon, pupuk kandang, NPK, fungisida
  2. Biakan jamur Beauveria bassiana, media nasi, PDA, tanah, air steril, formalin, Chloramphenycol

Alat

  1.  Inkubator, gelas beaker, pipet, pengaduk kaca, pingset, haemositometer, mikroskop, hand counter, kertas saring, kapas, timbangan analitis
  2. Polybag, sprayer tangan, mulsa plastik, jala penjaring, kain kasa, lakban, ajir, karet, dan lain-lain.

Metode

Penelitian dilaksanakan dengan rancangan acak lengkap ( RAL ) faktorial yang terdiri dari dua faktor:

Faktor I, konsentrasi konidia:

  • K0 : kontrol
  • K1 : 10^6 konidia/ml
  • K2 : 10^8 konidia/ml
  • K3 : 10^10 konidia/ml

Faktor II, waktu Aplikasi

  • T1 : tiga hari sebelum  serangga diinfestasikan
  • T2 : 30 menit sebelum serangga diinfestasikan
  • T3 : 30 menit setelah serangga diinfestasikan
  • T4 : tiga hari setelah serangga diinfestasikan

Setiap tanaman disemprot 10 ml suspensi konidia secara merata pada seluruh bagian tanaman. Investasi serangga dilakukan pada tanaman  umur 30 hari setelah tanam dengan  10 larva P. inclusa tiap tanaman

Pengamatan dilakukan setiap hari mulai 1 sampai dengan 14 hari hari setelah investasi serangga. Parameter yang diamati adalah mortalitas P. inclusa.

HASIL  DAN PEMBAHASAN

Tabel 1. Rata-rata mortalitas P. inclusa (%) pada hari ke 14 setelah perlakuan.

Keterangan :

  • K0: kontrol; K1: konsentrasi 10^6 konidia/ml; K2 : Konsentrasi 10^8 Konidia/ml; K3: konsentrasi 10^10 konidia/ml; T1: aplikasi tiga hari sebelum:T2: 30 menit sebelum; T3: 30 menit setelah, dan T4: 3 hari setelah serangga diinfestasikan.
  • Nilai rata-rata perlakuan dalam kolom atau baris yang diikuti oleh huruf yang sama menunjukkan tidak beda nyata berdasarkan uji Duncan pada taraf uji 5 %.

Dari analisis data pada tabel 1 tampak bahwa konsentrasi konidia B. bassiana berpengaruh nyata terhadap tingkat mortalitas kumbang daun kedelai. Konsentrasi yang paling efektif adalah 10^8 konidia/ml. Tingkat mortalitas yang mengalami penurunan pada perlakuan dengan konsentrasi 10^10 konidia/ml dibandingkan dengan konsentrasi 10^8 konidia/ml diduga disebabkan oleh kompetisi internal karena konsentrasi terlalu tinggi.

Sedangkan waktu aplikasi tidak berpengaruh terhadap tingkat mortalitas kumbang daun kedelai. Hal ini menunjukkan bahwa penyemprotan langsung pada tubuh serangga maupun penyemprotan pada permukaan tanaman tidak memberikan efek yang berbeda. Fenomena ini menunjukkan bahwa infeksi jamur pada tubuh serangga diduga lebih banyak lewat oral bukan lewat penetrasi melalui integumen.

Dari analisis statistik diketahui bahwa tidak ada interaksi antara faktor konsentrasi konidia dengan waktu aplikasi.

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa :

  1. Jamur bassiana cukup efektif sebagai agen hayati untuk mengendalikan larva kumbang daun kedelai dengan konsentrasi konidia paling efektif 10^8 konidia/ml.
  2. Waktu aplikasi tidak berpengaruh terhadap mortalitas inclusa.
  3. Tidak ada interaksi antara faktor konsentrasi konidia dengan waktu aplikasi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1992. Pedoman Pengamatan dan Pengendalian Hama Tanaman Kedele. Direktorat Perlinduingan Tanaman,  Direktorat Jenderal Pertanian Tanaman Pangan. Jakarta..

 

Barnett,H. L. and B. H. Barry, 1972. Illustrated Genera of Imperfect Fungi. Burgess Publishing Co,. Minneapolis.

Barron, L.G. and R.E. Krieger, 1972. The Genera of Hyphomycetes from Soil. Pub. Company, New York.

Hoffman, M. P. 1993. Natural Enemies of Vegetable Insect Pest. Cornell University.

Steinhaus, E. A. 1949. Principle of Insect Pathology. Mc. Graw-Hill Book Co., Inc., New York.

Roberts, D. W. And W. G. Yendol. 1971. Use of Fungi for Microbial Control of Insect. Dalam : H.D. Burgess and N.W. Hussey (Eds.). Microbial Control of Insect and Mites. Academic Press.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *